|
|
FOKUS, KEKUATAN & IMAN ILAHI
Beritakan Firman Teks: Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. (1Kor. 2:2-5). Gagasan: Dalam sejarah bangsa-bangsa, jarang ada kebutuhan yang besar akan adanya kotbah yang sehat atas Firman kebenaran dalam kuasa Roh Kudus. Allah akan senang apabila FirmanNya diberitakan sampai kesudahan zaman (1Kor. 1:21). Dalam teks bacaan Alkitab di atas, kita bisa menemukan tiga aspek pemberitaan firman yang dengan jelas terurai sebagai berikut: 1. Kita harus memiliki Fokus Ilahi dalam Pemberitaan Firman. “Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (ayat. 2). Fokus pemberitaan adalah Pribadi Kristus. Yesus Kristus, kemanusiaan dan keilahianNya, harus diberitakan. Fokus kita juga harus mewujudkan Kehendak Kristus: “Dia yang disalibkan.” Kata “disalibkan” bernilai empati dalam bahasa Yunani. Tidak ada ada Injil tanpa pemberitaan darah Kristus. 2. Kita harus memiliki Kekuatan Ilahi dalam Pemberitaan Firman. “…keyakinan akan kekuatan Roh” (ayat. 4). Kuasa supernatural ini merupakan kekuatan Roh Kudus yang memampukan dan membungkus. Yesus berjanji bahwa para murid akan “tahan” (diperlengkapi) dengan kekuatan Roh Kudus. Kita harus mengimani janjiNya dan menerima kuasaNya setiap kali kita menyampaikan firmanNya. 3. Kita harus memiliki Iman Ilahi dalam Pemberitaan Firman. “iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” (ayat 5). Iman semacam inilah yang melekat dalam isi pemberitaan dan memantapkan iman para petobat baru. Inilah yang menyelamatkan dalam “kekuatan Allah.” (ayat 5b). Saya mendesak kepada Saudara yang membaca artikel ini untuk “memberitakan Firman” sampai kedatanganNya. Pendorong: Stephen F Olford Berita Mimbar (PH, March 2003) |
Points to Ponder |