KEPASTIAN DI TENGAH KESULITAN
BUKAN SEMBARANG BINTANG
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Mat 2:1-2)
Kami telah melihat bintang-Nya. Kata ganti milik Nya dari kata Bintang-Nya itu merujuk pada Dia, Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan
Para majus itu dikenal sebagai ahli perbintangan (BIS) terbiasa mengamati langit untuk melihat bintang. Mereka menyimpulkan bahwa bintang itu bukan sembarang bintang yang mereka pernah lihat dan pelajari tetapi menurut mereka bintang itu adalah bintang yang lain dari yang lain, yang tidak biasanya. Bintang itu selanjutnya dikenal dengan bintang Betlehem. Bintang itu adalah cahaya supranatural dan bersifat sementara.
Tuhan telah sering menggunakan cahaya surgawi yang istimewa untuk membimbing umatNya, misalnya cahaya yang menyinari Rasul Paulus (Kis 9:3). Banyak kesaksian pertobatan orang diawali dengan penglihatan akan cahaya istimewa yang merupakan manifestasi yang tampak dari keagungan Tuhan.
PERJALANAN HIDUP YANG MELIBATKAN IMAN
Para Majus ini bukanlah orang yang pernah mendengar nubuatan kelahiran Yesus, berbeda dengan para ahli Taurat. Tapi mereka tergerak dan yakin bahwa dengan mengikuti bintang yang unik ini mereka akan menemukan Raja yang baru dilahirkan yang pantas mereka sembah.
Diperlukan usaha keras untuk menemukan Raja itu. Diperlukan usaha untuk memenuhi panggilan Ilahi. Dalam masyarakat kita sering mendengar atau menyaksikan perjalanan supranatural seperti para pemburu pusaka, pemburu ilmu kekebalan, pemburu pelarisan, pemburu pesugihan. Mereka tidak hanya melakukan perjalanan yang melelahkan dan menguras sumberdaya tapi juga melakukan ritual berbahaya. Di kedalaman hutan, di kegelapan goa, di tepi laut, di dinginnya air sungai tempat berendam, di bukit yang berjurang terjal.
Perjalanan para Majus adalah perjalanan orang beriman! Yang walaupun tidak memiliki informasi sebanyak ahli taurat, tetapi mereka merespon dengan benar. Mereka akan harus melakukan perjalanan jauh berbulan-bulan dari sekitar babel menuju ke betlehem, dengan kondisi yang tidak mudah, transportasi terbatas, bintang itu hanya terlihat setelah matahari terbenam (perjalanan malam hari). Perjalanan yang ditempuh saat orang pada umumnya beristirahat.
Perjalanan orang majus adalah perjalanan orang beriman untuk mencari – bertemu dan menyembah Sang Mesias.
Orang majus ini tidak berasal dari daerah yang dekat dengan Israel. Mereka mengikuti arah bintang besar itu sekalipun mereka tidak tahu dimana tepatnya bintang itu berada dan seberapa jauh mereka harus berjalan.
Orang-orang majus ini belum tahu secara pasti bagaimana perjalanan mereka, namun mereka tetap melangkah dengan iman bahwa bintang besar yang mereka lihat itu akan menunjukkan kepada mereka Raja yang mereka maksudkan.
Dalam perjalanan hidup kita pun, harus berjalan dengan keyakinan iman seperti yang dimiliki oleh orang-orang majus ini.
Bagi para Majus, Perjalanan karena Yesus, perjalanan untuk Yesus, Perjalanan bersama Yesus adalah perjalanan yang melibatkan IMAN, mereka merasai dan meyakini bahwa ada Pribadi yang sebelumnya mereka tidak kenal, memanggil mereka dan mereka meyakinani bahwa itu keharusan bagi mereka untuk meresponnya. Saulus juga merasakan hal yang sama.
HARAPAN DI TENGAH KESULITAN
Para majus yakin bintang itu masih ada dan masih bercahaya, Tak beda dengan itu, kita harus meyakini bahwa selama perjalanan hidup kita, bintang yang bercahaya itu kadang-kadang seperti tak nampak, tapi kita harus yakin bintang itu sebenarnya masih ada dan masih bercahaya.
Ro 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk endatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Berapa jam kita bekerja setiap hari, saat kita sehat/sakit? Berapa jam sehari Allah bekerja? Apakah Ia masih bekerja saat kita tidur? Begitulah cara kerja Allah, tidak tergantung saat kita terjaga atau tertidur. “Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.” (Maz 121:4)
Yer 17: 7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Menghasilkan buah di tahun kering)
Jalani saja, Ayo datanglah, seberangilah....di seberang ada hari esok, di seberang ada masa depan, di seberang ada Tuhan Yesus, di seberang ada pertolongan. Tuhan sudah menolong kita di tahun-tahun yang lalu, sampai penghujuhng tahun ini Tuhan menolong kita. Yakinilah di Tahun mendatang Tuhan akan menolong kita. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; (Ps 34: 20). "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Joh 14:1) Dia tidak menenangkan badai kehidupan, tapi Dia menenangkan dan meneduhkan hati kita.
Perjalanan para Majus bukan sekedar perjalanan untuk bertemu Dia, melainkan untuk menyembah Dia, mempersembahkan apa yang mereka miliki untuk Dia.
Seberapa waktu yang kita persembahkan untuk Dia. Apakah kita terlalu sibuk untuk menanggapi panggilaNya. Apakah kita merasa tidak membutuhkan Dia karena kita sudah meraih semua yang kita harapkan. Ataukah kita terlanjur bergelut dengan permasalahan yang mengalihkan perhatian kita kepadaNya.
Sering kali orang kalau masih dalam masa jaya merasa tidak membutuhkan Tuhan. Sebaliknya, orang yang terpuruk sering sulit untuk percaya Tuhan karena Iblis menyesatkan dia dengan berkata : mana mungkin Tuhan mendengar kamu, soalnya waktu kamu berhasil dulu, kamu tidak ingat Tuhan, Sekarang Tuhan juga tidak mau mendengar doamu.
Akhirnya, seberat apapun pergumulan kita, berharaplah akan pertolonganNya sekaligus layanilah Dia. |